Sabtu, 16 November 2013

Menuntut Ilmu Agama



"Sebuah ibadah apabila dilakukan tidak berlandaskan ilmu pengetahuan akan berubah menjadi maksiat"

Maksiat yang pertama yaitu bodoh (tidak memiliki 'ilmu), dikarenakan menuntut 'ilmu adalah hal yang wajib.
apa landasan yang mewajibkannya

1. Berdasarkan Ayat dari Al-Qur'an. (QS.Az-Zumar-9)

 قُل هَل يَستَوِي الَّذِينَ يَعلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ يَعلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الأَلبَابِ

artinya: Katakanlah lagi (kepadanya): "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna.

2. Berdasarkan hadist Rasulullah SAW

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

artinya: Menuntut 'ilmu (agama  islam) wajib atas setiap muslim. (Riwayat. al-Baihaqqi)

Berdasarkan kedua dalil di atas sudah sepatutnya bagi kita orang muslim di dalam kehidupan ini wajib untuk menuntut 'ilmu agama agar di dalam beramal ibadah sesuai dengan yang tuntunan yang Rasulullah ajarkan kepada kita. Karena jikalau bukan dengan " 'amilusshalihaat" ibadah yang kita kerjakan itu tidak  sah karena kita tidak memiliki 'ilmu dalam mengerjakannya.

Pada saat isra dan mi'raj Nabi Muhammad kembali ke dunia pada saat sebelum subuh dan pada waktu itu, beliau telah menerima perintah shalat dari Allah SWT, tetapi pada saat itu beliau belum mengerjakan shalat subuh dikarenakan belum mengerti bagaimana melakukan shalat, sehingga Rasulullah diajarkan oleh malaikat jibril tata cara shalat setelah itu baru Rasulullah mengerjakan shalat yang pertama, yang nyata pertama saat itu yaitu shalat zhuhur maka shalat itu dikenal sebagai shalat zhahir (shalat yang nyata pertama).

Sehingga sesuatu yang dikakukan itu dapat disimpulkan bahwa harus dilandaskan dengan 'ilmu, adapun umpamanya dalam menuntut suatu 'ilmu kita belum sampai kepada suatu 'ilmu yang belum kita pelajari, itu sudah dianggap di dalam masa pertaubatan (pada menuntut 'ilmu), jadi disini kita menunggu selagi akan sampai pada menuntut 'ilmu yang selanjutnya. Sehingga wajib bagi kita untuk menuntut 'ilmu bagi diri sendiri dan wajib menuntut bagi orang lain. Bagi seseorang yang sudah mengetahui suatu 'ilmu pengetahuan, dia wajib untuk menyampaikannya bagi yang belum mengetahui semampu yang lakukan.

Wallahu a'lam bisshawaab, . .

Jumat, 15 November 2013

Binasa Islam 4 Perkara



Binasa Islam itu ada 4 Perkara



  • Barang siapa yang mengerjakan suatu Amalan tanpa 'ilmu, alias ikut-ikutan.
  • Sadar memiliki 'Ilmu, tetapi tak pernah mau mengerjakan amalan apapun,
  • Sadar tidak memiliki 'ilmu, enggan menanyakan pada orang yang lebih tahu.
  • Mencela cela orang yang berbuat baik/taat kepada Allah Taala


  • Semoga Allah jauhkan 4 kriteria yang ada di atas pada kehidupan kita.. Amiin, InsyaAllah..

    Siapakah Ummat Muhammad SAW sebenarnya?
















    "Rasulullah SAW called for "us" on his deathbed... yes,,, he called "us"."

    Mari muhasabahi diri, apakah kata-kata "us" yang beliau ucapkan terakhir kalinya itu merujuk kepada kita? "ummatnya". 
    Sahabat sekalian, terkadang kita dengan sombongnya mengakui bahwa kita merupakan ini seseorang yang baik, seseorang yang baik yang termasuk ke dalam Ummat Nabi Muhammad SAW, tanpa menyadari bagaimana sikap kita sekarang ini apakah sudah baik atau belum, apakah sudah termasuk ke dalam kriteria yang merupakan ciri-ciri dari ummat Rasulullah sebenarnya atau belum.

    Oleh karena itu, Seseorang yang mengakui dia Ummat Nabi Muhammad SAW yaitu orang yang memiliki 5 sikap dan perbuatan seperti yang dibawah ini, yaitu

    1. Keras terhadap kekufuran
    2. Bersikap kasih sayang terhadap sesama muslim
    3. Sering ruku' dan Sujud (tak pernah meninggalkan shalat baik yang wajib dan sunah)
    4. Menggapai rahmat Allah dengan sungguh
    5. Memiliki tanda hitam di dahi (sering sujud)

    InsyaAllah dengan mengamalkan seperti yang tertera di atas semoga kita termasuk ke dalam Ummat Rasullullah seperti yang Beliau sebutkan pada akhir hayatnya.. "ummati, ummatii"